Tulisan ini khusus saya buat untuk teman-teman yang akan ujian UKMPPD di masa-masa yang akan datang. Ada beberapa kelalaian yang saya perbuat, semoga teman-teman yang ujian di periode-periode berikutnya tidak mengulangi apa yang saya perbuat.
Sedikit prolog dulu. Saya baru menyelesaikan PSPD (program studi profesi dokter) atau yang akrab disebut koas September 2014 kemarin, oleh karena itu kebagian UMMPPD (ujian kompetensi mahasiswa program profesi dokter) nya November 2014 ini. Ujian ini dibagi menjadi 2 sesi, yakni CBT (computer based test) – ujian pilihan ganda sebanyak 200 soal dengan karakteristik soal yang lebih klinis dibanding soal-soal jaman s1 dulu – dan OSCE (objective structured clinical examination) – ujian praktek, seakan-akan udah jadi dokter beneran lalu anamnesis, pemfis, sampe diagnosis dan treatment.
Fyi, UKMPPD November 2014 ini diikuti oleh lebih dari 2000 mahasiswa kedokteran se Indonesia dan dilaksanakan di lebih dari 20 centre pendidikan kedokteran. Nah, dari semua lokasi penyelenggaraan ujian yang ada di Indonesia, yang paling ramai pesertanya adalah di Unjani (penyelenggara UKMPPD periode Nov 2014 utk wil. Jawa Barat), yaitu tempat saya ujian. Mencapai lebih dari 230 an peserta kalo tidak salah. Oleh karena keterbatasan fasilitas laboratorium dan unit komputer di Unjani, CBT di tempat saya dibagi menjadi 3 kloter: sabtu pagi, sabtu siang, dan minggu siang.
So, saya baru menyelesaikan CBT saya hari ini. Dari apa yang saya alami, saya ingin menyampaikan beberapa cerita ‘behind the scene’ serta tips dan trik kepada teman-teman:
1. Masalah persiapan, sudah normatif lah yaa, don’t forget to study. Gaya belajar mah bebas mau sendiri, belajar kelompok sm temen-temen, ataupun les. Sesuaikan dengan kantong dan efektifitas belajar teman-teman. Karena begitu banyaknya materi, mungkin sistemnya bisa bahas soal sebanyak-banyaknya lalu pelajari kembali protap dan basic nya gimana. Kalo udh mepet H-1, saya menyarankan lebih baik review protap atau guideline saja, terutama yang bagian besar (spt IPD). Karena soal UKDI itu analitik bangeet, jd basic berpikirnya harus kuat.
2. Ketika ujian, kita tidak diizinkan membawa apapun kecuali: nametag dan KTP. Jaket pun dilarang. Obat-obatan dititip ke panitia. Nah, biasanyaaa, lab komp. CBT itu AC nya super dingin, biar si kompinya ga pada overheat. Jadi, gunakan pakaian yang semenutup mungkin, bahannya cukup hangat (contoh: flanel). Kapok banget saya ujian pake batik bahan tipis dan ternyata ruangan dingin banget, bikin saya pengen kencing ke WC berkali-kali.
3. Nah ini lebih teknis. Kita kan ngerjain soal-soal ujian itu di komputer, so we face a technology. Don’t mess up. Detilnya, CBT ada 200 soal, harus dijawab dalam 200 menit (200 menit disini bener-bener adil kok, count down waktu per orang terdapat di worksheet masing-masing, sesuai dg dia klik mulai ujiannya kapan), satu soal terdapat dalam satu sheet halaman web. Dalam satu halaman itu terdapat beberapa konten: text atau gambar soal, pertanyaan, opsi jawaban A sampai E yang di sampingnya ada buletan untuk kita ngisi jawaban (satu soal cm bisa klik satu opsi, jd kalo awalnya klik jawaban A lalu klik B, otomatis isiannya akan pindah, ga jadi double keisi A dan B -standar lah ya-), link untuk buka normal value lab (nilai hematologi, BGA, diff count, elektrolit, CSF, dll), opsi untuk mengisi ragu-ragu, opsi untuk mengosongkan jawaban (dengan ngeklik ini, jawaban kita yang sebelumnya sudah terisi akan terkosongkan, this is the most useless icon in the worksheet, never click it, I’ll tell it why), dan terakhir link scroll soal no. 1 sd 200 utk jump soal yang jauh-jauh jarak nomernya dengan cepat. Lalu, CBT ini sendiri dibagi menjadi 2 sesi. Pertama sesi latihan sebanyak 10 soal yang terdiri dari 10 soal dengan waktu 3 menit. Ndak usah khawatir salah disini, karena ga akan mempengaruhi nilai. Sesi ini dibuat utk kita membiasakan diri dengan worksheet yang akan dihadapi pada ujian sebenarnya nanti. Kedua, sesi ujian sebenarnya yang 200 soal tea. Di soal ke 200, akan ada opsi klik tambahan yaitu ‘kumpulkan jawaban’, jika ngeklik ini, kita akan sampai ke resume pengerjaan soal kita yang terdiri dari: berapa soal yg sudah kita jawab, berapa yang ragu, dan berapa yang kosong. Pas nyampe halaman ini, akan ada 2 opsi, ‘sudahi ujian’ atau ‘kembali ke soal nomor 1’. Jika pilih kembali ke soal no.1, tenang saja, jawaban kita ga akan hilang, kalopun hilang, dia udh autosaved via jaringan inet. Nah, kroscek jawaban mana yang masih ragu dan kosong bisa di scroll click jump soal 1 sd 200 tea, yang tanda bintang berarti masih kosong, yang tanda tanya berarti masih ragu-ragu.
Nah, itu situasi pengerjaan soalnya. Saya skrg cb ceritakan pengalaman saya sehingga teman sekalian bisa mengambil hikmah dari kejadian ini. Saya berstrategi, setiap soal yang saya ragu, saya klik opsi ‘ragu-ragu’ agar di akhir sesi ujian saya dapat melihat seberapa yakin saya dg pengerjaan soal saya. Nah, beres ngerjain 200 soal, ternyata resume saya: 200 soal sudah dikerjakan, 0 kosong, dan 77 ragu-ragu. Saya tidak ada niatan untuk double check jawaban karena waktu sisa tinggal sekitar 6 menit-an. Nah, sebenaenya, yang ragu-ragu kalo saya biarin, dia ttp akan dihitung sebagai jawaban seutuhnya setara dg yang ga ragu-ragu. Jadi kalo bener ya bener, kalo salah ya salah. Nah, saya malah perfectionis ga jelas gitu, mencoba menghilangkan klik ‘ragu-ragu’ di 77 soal tsb dg sisa waktu 6 menit-an, alhasil, it’s a super buru-buru work. Nah, ternyata, waktu habis sebelum saya beres ngeklik ulang smw yang ragu-ragu tadi. Alhasil, resume pengerjaan soal saya jadi begini: 199 soal yang telah dikerjakan, 1 kosong, 5 ragu-ragu. ARRGHHH! TIDAAAK! Kenapa jadi ada 1 yang kosooong? Ternyata, sepertinya waktu buru-buru ngehilangin klik ragu-ragu tadi, saya malah ngeklik mengosongkan jawaban, saya ga sadar, baru ngeuh pas waktu abis dan liat resume. Saya bener-bener nyesel ngerjain pekerjaan useless ngeklik ulang smw yang ragu-ragu tsb. Lumayan cuuuy, 1 soal, nilainya 0,5. Nah, jd saya sarankan temen-temen kalo ga penting banget ngeklik ragu-ragu, mending ga usah diklik. Kalopun mau dg tujuan nanti mmg mau balik lagi ke soal tsb buat double check mangga. Tp kalo ingin evaluasi diri macem saya di atas, mending langsung finalisasi jawaban stlh 200 soal terjawab, ga usah balik-balik macem saya sehingga memungkinkan kejadian ngeklik kosongkan jawaban. Karena mau 77 soal ragu juga, semuanya dapet peluang nilai yang sama. Fiuuuh. Harus ikhlas nih, ikhlaaas T-T
4. The final tips. Di zaman saya ujian, utk pelaksanaan ujian 2 hari panitia menyediakan soal sebanyak sekitar 400 item. Jadi, 1 hari, kloter pagi dan siang soalnya sama, biar mencegah soal bocor, yang pagi dikarantina dulu tanpa gadget di lokasi ujian sampai ujian siang dimulai. So, 1 hari cuma ada 200 soal. Tau ini maknanya apa? Soal lu sama temen sebelah lu samaaa. Cuma beda randomisasi urutan soalnya aja, karena pake teknologi komputer kan, biar ga mudah nyontek gitu. Never try cheating! Karena panitia ga akan negur, mereka langsung nulis di berita acara dan kita bisa gugur tanpa kita sadari. Nah, pointnya apa saya cerita gini? Bagi temen-temen yang ujian hari ke-2 manfaatkan momentum ini! Ngobrol sm temen yg ujian hari 1 keluar soalnya apa aja. Minimal, bisa paham karakteristik soal gimana, karena pola hari 1 dan 2 ga jauh beda. Misal hari 1 ada soal ttg parasit dan malaria, begitupun hari 2. Ada kemungkinan soal sama, meskipun sgt sedikit, ada juga soal yang dibolak-balik dg pertanyaannya atau soal sama namun pertanyaan diubah. Pokoknya, yang ujian hari ke-2 itu super beruntuung. Yaa..meskipun soalnya tetep susah sih, susahnya selangiit. Kalo kata saya, ini susahnya lebih-lebih dari soal kompre dan try out dari kampus saya. So, yang ujian hari-2, manfaatkan malam harinya belajar protap atau guideline sesuai karakteristik soal hari 1.
Sedikit reminder, smw yg saya tulis di atas berdasarkan apa yang saya alami dari UKMPPD Novemver 2014. So, ndak ada jaminan situasinya akan sama untuk periode-periode selanjutnya.
Fiuuh, panjang juga tulisannya. Semoga ada manfaatnya ya wankawan.
Note: tulisan ini saya tulis di saat saya masih belum OSCE dan belum tau hasil ujian kaya gimana. So, mohon doanya ya semuaa. Makasiih 🙂